Banner
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 372822
Pengunjung : 91450
Hari ini : 6
Hits hari ini : 25
Member Online : 4
IP : 3.235.78.122
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
07 July 2022
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Mengatasi perselisihan pada anak

Tanggal : 19-09-2013 12:36, dibaca 1363 kali.

Mengatasi Perselisihan pada Anak

oleh : Dra. Hj. Nanik Nur Mahayati M. Pd. I

 

 

Pagi itu tepat pukul 07.00 wita ada seorang ibu menghadap  saya, “ Assalamu’alaikum bu, sapa ibu itu pada saya, ucap ibu itu  “ ibu saya orang tua Iwan siswa kelas VII  , Iwan  dirumah nangis tidak  mau masuk sekolah dan minta pindah ke sekolah lain, katanya kemarin bertengkar sama kawanya saling ejek. Tolong bu mau minta surat pindah saja ke sekolah lain.

Kejadian diatas merupakan salah satu kejadian yang  sering terjadi di sekolah dan dialami oleh  anak-anak dan menjadi permasalahan pada anak-anak di lingkungannya. Pertengkaran dan perselisihan tidak hanya dipicu oleh kekerasan fisik, tapi bisa juga akibat serangan verbal atau yang dimulai dari ledek-ledekan. Jika tidak dihentikan kondisi ini bisa membuat anak dan temanya bertengkar dengan fisik seperti saling memukul bahkan dapat menimbulkan tindakan kekerasan dan kriminal. Tak hanya pada orang dewasa, konflik  juga bisa terjadi pada anak –anak dan remaja. Mengajarkan anak cara mengatasi konflik sejak dini ternyata
penting untuk membangun keterampilannya dalam menyelesaikan setiap masalah saat ia dewasa. Hal ini juga dapat membentuk pribadi anak untuk tidak menjadi seorang yang pendiam, pasrah, dan selalu menghindar dari masalah., pada dasarnya secara alami setiap anak memiliki naluri untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri mereka tidak nyaman dengan pertengkaran dan berselisih diantara mereka namun keinginan berkawan dan berdamai diantara mereka akan hilang jika orang tua atau pendidik membiarkan atau tidak membantu  menyelesaiakan atau bahkan memanas-manasi hati mereka, pantangan besar bagi orang tua atau pendidik  jika menunjukkan kesalahan dan kejelekan temannya dihadapan anaknya.jika anak sering dimotivasi negatif selanjutnya anak akan terus memiliki sikap negatif terhadap teman-temanya.Pertengkaran dan Perselisihan diantara anak sebenarnya masih dalam batas kewajaran hanya permusuhan diantara anak dapat berlarut-larut apabila dari pihak orangtua atau pendidik  salah dalam menyikapi, misalnya dengan membenarkan dan mendukung sikap anaknya tanpa mendengarkan atau menerima informasi dari orang ketiga, walaupun belum tentu sikap anaknya benar akibatnya anak akan menjadi besar kepala dan dapat membentuk watak  egois.Baik orang tua maupun pendidik harus berusaha menyelesaikan permasalahan pada anak tersebut dengan melibatkan mereka sendiri sekaligus menjadikan pembelajaran kepada anak bahwa dengan  pertengkaran atau perselisihan diantara mereka bisa mendewasakan anak sehingga apabila terjadi pertengkaran  atau perselisihan lagi diantara mereka anak akan bisa menyikapi dan berusaha menyelesaikan sendiri.

Berikut beberapa tips dalam mengajarkan anak dalam mengatasi masalah mereka.
1. Cari tahu masalah dari sudut pandang anak.
Dengarkan saat dia menceritakan, apa penyebab konflik tersebut, dan
cara pandang mereka pada masalah ini. Lalu, pikirkan tentang segala hal yang dapat membantu anak dalam menyelesaikan masalah tersebut dari beragam perspektif.

Intinya, jangan melihat masalah tersebut hanya dari sudut pandang anak Anda.
2. Jelaskan pro dan kontra
Seorang anak akan sangat sulit memahami dampak jangka panjang dari tindakan seseorang, atau bagaimana masalah kecil bisa menjadi masalah yang berkembang lebih besar.

Jelaskan sisi positif dari penyelesaian masalah, dibandingkan hanya membiarkan masalah tersebut berlalu. Bantu anak Anda untuk
mengerti bahwa bersembunyi dari masalah tidak membuat masalah tersebut selesai dengan baik.
3. Bantu memilih kata
Setelah anak menyadari bahwa ia perlu menyelesaikan masalah dengan teman, bantu dia dalam praktiknya. Ajarkan dalam memilih kata yang tepat dan bagaimana cara berbicara yang benar agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
4. Jelaskan skenario terburuk
Ada kemungkinan anak merasa takut ditolak, atau takut masalah
akan bertambah buruk ketika Ia membahas lagi masalah tersebut. Berikan tips pada anak tentang bagaimana memasuki sebuah situasi yang menegangkan.

Misalkan saat ia terpojok karena perkataan temannya, cukup katakan, "Saya merasa terganggu ketika kamu mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang saya," sehingga teman yang dituju  tidak akan merasa terancam.
5. Ajarkan nilai-nilai kata 'maaf'

Sebuah kata maaf yang tulus kadang sulit untuk dikatakan, tapi sangat
bernilai untuk menyelesaikan konflik. Selain itu, anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang bijak dengan mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Inilah salah satu alasan mengapa orang tua harus selalu jadi sahabat terbaik bagi anak-anak mereka

6. Tanamkan rasa saling menyayangi antar sesama

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri”.

[HR. Bukhari dan Muslim]

Melalui bercerita kepada anak tentang keteladanan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu tubuh. Oleh karena itu, ia harus mencintai saudaranya sendiri sebagai tanda bahwa dua orang itu menyatu”. Seperti tersebut pada hadits lain: “Orang-orang mukmin laksana satu tubuh, bila satu dari anggotanya sakit, maka seluruh tubuh turut mengeluh kesakitan dengan merasa demam dan tidak bisa tidur malam hari

Sebagai pedoman awal untuk menyelesaikan perselisihan diantara anak-anak. Ada beberapa kunci, antara lain ( Irawadi Istiadi,2002 ),pertama, tidak mencari siapa yang salah.  Untuk mengetahui sebenarnya,orang tua atau pendidik harus bertanya kepada orang ketiga atau kepada anak bersangkutan ketika anak tersebut sudah ada dalam kondisi tenang dan gembira. Kedua tidak membela atau menyalahkan salah satu anak. Ketiga memotivasi untuk saling memaafkan kepada anak yang dinyatakan bersalah, tumbuhkan empati dengan menggambarkan kesedihan teman yang disalahi dan didorong untuk mau minta maaf, kepada korban, hibur dan tenangkan perasaannya alihkan ke hal lain yang bisa menggebirakan tidak perlu mempersalahkan orang lain. Keempat tidak perlu lari dari permasalahan, misalnya melakukan pindah kesekolah lain,  karena tidak bisa menjamin bahwa di sekolah lain atau disekolah baru tidak akan ada masalah,pertengkaran atau perselisihan, bahkan bisa menimbulkan masalah  baru. kelima menerima dengan lapang dada , adalah hal yang terbaik yang dilakukan oleh orang tua apabila ada pertengkaran yang dialami anak kita dan tidak timbul keinginan turut campur dalam pertengkaran tersebut.

Dengan demikian  membekali anak-anak kita dengan pesan –pesan positif diharapkan anak-anak akan dapat memyelesaiakn permasalahna / perselisihan diatara teman-temanya dan menjadi proses pendewasaan anak dengan segala permasalahan mereka.



Pengirim :


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : asoryg -  [mgarcia@snailmail.bid]  Tanggal : 16/06/2016
<a href=http://buycytotec.faith/>cytotec</a> <a href=http://buspar.link/>buspar online</a> <a href=http://buy-clonidine.webcam/>clonidine</a> <a href=http://neurontin.click/>neurontin</a> <a href=http://buy-amitriptyline.in.net/>purchase of amitriptyline</a> <a href=http://levitrageneric.top/>brand levitra 20mg</a> <a href=http://buyampicillin.in.net/>ampicillin</a>

Pengirim : asorbift -  [tibochris@wwwemail.bid]  Tanggal : 14/04/2016
<a href=http://tretinoincreamusp0025.se/>tretinoin cream</a>


   Kembali ke Atas